Sabtu, 20 September 2008

thanks God

buatku, apa yang aku jalani sekarang adalah sebuah anugrah, g semua orang bisa ngdapatin apa yang aku jalanin sekarang. sejujurnya, aku sangat bersyukur. bersyukur dengan sangat bisa keliling dan melihat negara orang lain.

kita seperti dikasih hadiah bulan madu terus menerus. sebelum nikah, kami berdua susah banget pacaran, selain karena long distance, kesibukan pasanganku ampun-ampunan deh. yah kan suamiku dari dulu kerjaannya ngaudit. kabur2an mulu lah pastinya, mana kerjaan seperti itu g jelas kapan tidur kapan maennya hehehe.

walo sampe detik ini aku belum hamil tapi blas aku enjoy-enjoy aja. aku percaya semua ada waktunya. aku kadang malah merasa damai dan bebas karena belum bawa-bawa drum dan belum ada buntut hehehehe. g kebayang, gimana ceritanya aku masih jalan-jalan gini bawa drum ato repot ma buntut hehehehe. sekarang dengan begini, aku ma suami kalo mau kemana-mana dan ngapa-ngapain bisa langsung kabur. kita nikmatin banget masa-masa bisa pacaran berdua. nonton, main, jalan-jalan. aku tuh ngrasanya tuhan sayank banget ma aku, ma suamiku dan ma hubungan kita berdua. semua Dia atur dengan sempurna...

aku syukuri setiap detik dan waktu ya aku jalani. aku nikmatin setiap moment yang aku alamin. be positif.. itu yang aku tanam selalu dihati.

intermezo : Kejadian dalam Keuangan Rumah Tangga

Kejadian dalam perjalanan rumah tangga bisa berakibat buruk bila tidak disikapi dengan baik dan bijak. Perlu dipikirkan masak-masak agar perjalanan keuangan yang mulus bisa tetap mulus.
Dalam kesempatan kali ini, saya ingin menyajikan beberapa kejadian yang sering kali muncul dalam kehidupan keuangan di masa kini. Misalnya, perihal gaji istri yang lebih besar, bagaimana menyikapi bila harus menyantuni keluarga yang kurang mampu atau malah kehidupan keluarga yang masih disubsidi oleh orang tua atau mertua. Agar tidak menambah buruk kondisi keuangan Anda dan pasangan, ada baiknya Anda mengikuti beberapa bagian artikel kita kali ini.

Minder karena Gaji Istri Lebih Tinggi
Bagi kebanyakan suami, gaji identik dengan harga dirinya sebagai kepala keluarga. Tak heran bila suami jadi minder hanya gara-gara gaji istrinya lebih tinggi.
Sebenarnya, minder-tidaknya suami tergantung dari kepribadian suami-istri itu sendiri dan sikap serta perlakuan masing-masing terhadap pasangannya. Bila istri rajin mengomel dan gemar mencerca, suami yang normal pun lama-lama akan minder. Sementara suami yang kurang PD alias tak percaya diri, tetap saja dibayangi rasa rendah diri, kendati istrinya sama sekali tak pernah mempersoalkan gajinya yang lebih tinggi.
Suami yang kurang atau malah enggak PD dan konsep harga dirinya rendah, umumnya juga kurang mampu membina hubungan interpersonal yang baik dengan siapa saja, bukan cuma dengan istrinya.
Pria tipe begini, bila memiliki istri berkedudukan/bergaji lebih tinggi, biasanya akan menjadikan dirinya makin merasa tak berarti. Celakanya, dalam keadaan seperti itu, tiap orang, termasuk suami, memiliki beragam defense untuk mempertahankan harga dirinya yang bisa berkembang menjadi konflik tak terselesaikan.
Sementara istri yang cenderung meremehkan suami, boleh jadi karena sejak kecil tak pernah melihat banyak uang atau merasakan kemewahan. Di saat mendapat kelimpahan materi, ia cenderung mudah lupa. Meski bukan tak mungkin suami-istri tersebut sebetulnya memang sudah bermasalah dan enggan mencari solusi yang sehat. Si istri, misalnya, sengaja menggunakan kesempatan dan cara-cara tersebut untuk balas dendam atau menyakiti suaminya. Padahal, kalau ada sesuatu yang tak beres, harusnya dikomunikasikan, bukan malah mencari jalan keluar ngawur semacam itu.
Faktor lain, istri dominan. Istri model ini umumnya memiliki need of power yang tinggi dan tak bisa mengendalikan emosi. Hati-hati, lo, Bu, dominasi istri, bisa mendorong suami mencari perempuan lain yang membuat dirinya merasa dihargai sebagai lelaki. Sekalipun ia mesti menghamburkan uang untuk "membeli" pengakuan tadi.
Sebenarnya, jika masalah di antara suami-istri cuma sebatas gaji, tak akan sampai menimbulkan konflik. Seberapa pun harga dirinya tersinggung, suami yang bersikap dewasa pasti mampu mengontrol dirinya. Ia akan mengajak istrinya berbicara kala si istri mulai menampakkan perilaku yang kurang menyenangkannya. Begitu juga istri yang dewasa, akan menegur dengan gaya bicara yang menyenangkan saat merasa tak nyaman dengan kondisi suaminya. Jadi, bukan berupa kritik pedas yang menyudutkan apalagi menjatuhkan atau menghancurkan.

Bila Harus Menyantuni Ipar dan Mertua
Urusan ipar dan mertua memang sensitif. Terlebih yang menyangkut soal uang. Kuncinya cuma keterbukaan sejak awal.
Perkawinan di Indonesia, pada dasarnya adalah perkawinan yang melibatkan keluarga besar. Dengan demikian, baik adik, kakak, ayah, maupun ibu, seringkali terlibat atau melibatkan diri ke dalam hidup perkawinan kita. Bahkan, dalam soal-soal yang pribadi pun seperti masalah keuangan, mereka juga terlibat.
Nah, lantaran kepentingan keluarga besar masih sering diperhitungkan, maka membantu ipar/mertua dalam soal keuangan pun sering dilakukan. Biasanya, anak sulunglah, terutama lelaki, yang kerap jadi andalan. Hal ini bisa menimbulkan konflik di antara suami-istri bila sejak awal tak ada keterbukaan.
Memang, bukan berarti perkawinan akan mulus-mulus saja sekalipun, kesediaan menyokong ipar/mertua sudah disepakati kedua belah pihak. Namun, konfliknya bukan bersumber dari suami-istri itu sendiri, melainkan dari si ipar/mertua yang bersikap tak tahu diri.
Misal, si kakak/anak cuma bisa bantu Rp 1.000, tapi si adik/orang tua ngotot minta Rp 10.000. Kalau tak diberi, mereka malah menjelek-jelekkan keluarga kakak/anaknya. Ya, jelas, dong, kalau akhirnya timbul konflik baru gara-gara si ipar/mertua ngelunjak. Ipar/mertua yang demikian sering bersikap dan merasa bahwa kewajiban sang kakak/anaklah untuk membantunya sehingga dia juga ikut "berkuasa" dalam soal keuangan.
Bila hubungan pasutri jadi runyam gara-gara menanggung ipar/mertua, maka masing-masing pihak harus membuka diri untuk mencari solusi. Kalau memang bantuan mau tak mau harus diberikan, buatlah daftar skala prioritas.
Misal, apa saja prioritas pengeluaran suami-istri; apakah untuk anak-anak atau keluarga besar? Bukankah suami-istri juga perlu menabung untuk kebutuhan biaya sekolah anak-anak kelak? Ingat, biaya sekolah zaman sekarang enggak sedikit. Kita harus menabung sejak anak-anak masih balita.
Dengan membuat daftar skala prioritas, pos-pos di luar kebutuhan rutin seperti uang bantuan untuk ipar/mertua, harus didiskusikan bersama seberapa besar dan untuk keperluan apa saja yang boleh disokong. Meskipun suami atau istri dibesarkan dalam keluarga yang sering saling bantu dalam hal keuangan, namun bila sudah menikah hendaknya setiap bantuan yang diberikan kepada adik/orang tua atau keluarga besarnya harus sepengetahuan pasangannya. Artinya, setiap rupiah yang dikeluarkan untuk orang lain di luar keluarga inti, suami dan istri sudah sama-sama tahu dan setuju jumlahnya. Dengan demikian, konflik soal tanggung-menanggung ipar/mertua bisa dihindarkan.
Tentu saja, dalam menyokong ipar/mertua hendaknya dilakukan setelah kebutuhan keluarga inti terpenuhi. Jadi, bantulah sesuai kemampuan, tak usah gengsi soal besarnya.

Masih Disubsidi Orang Tua
Tak masalah, kok. Yang penting, pasangan setuju dan orang tua pun tak lantas mengintervensi kehidupan perkawinan anaknya.
Subsidi harus dibedakan dengan hadiah. Subsidi adalah pemberian rutin, sedangkan hadiah hanya diberikan sesekali. Mobil atau rumah yang diberikan sekali setelah menikah, bisa digolongkan sebagai hadiah. Istilahnya, modal dari orang tua atau mertua untuk berumah tangga.
Setelah menikah pun, sebenarnya boleh-boleh saja subsidi dari orang tua salah satu pihak tetap diterima. Tentu dengan syarat, kondisinya benar-benar mendesak. Misal, untuk kebutuhan primer. Di luar itu, seperti subsidi untuk kegiatan bersenang-senang, rasanya tak perlu karena jadinya terlalu berlebihan.
Sebenarnya, wajar saja bila kemudian orang tua/mertua ingin tahu, apakah bantuannya dimanfaatkan seperti yang diharapkan. Namun, tak berarti semua hal boleh dicampurinya. Pemanfaatan subsidi hanya boleh diintervensi sebatas saran. Setiap pasangan hendaknya punya independensi untuk mengelolanya. Antara suami dan istri pun harus ada kesepakatan dulu, apakah subsidi, dalam bentuk apa pun, semisal uang atau kiriman makanan secara rutin, akan mereka terima atau tidak. Setelah itu, apa pun konsekuensi dari keputusan yang diambil bersama, harus diterima.
Yang penting diingat, kendati subsidi jalan terus, sebagai keluarga yang "merdeka dan berdaulat", harusnya suami-istri bisa menolak saran mertua/orang tua yang dirasa tidak pas. Tentu saja penolakannya secara halus agar tak menimbulkan salah paham. Kalau sarannya memang bagus, tak ada salahnya diterapkan.
Masalahnya, yang sering terjadi, karena merasa sudah dibantu, semua yang disarankan mertua/orang tua seakan wajib dilaksanakan. Pada kondisi seperti inilah suami-istri bisa tertekan dan merasa terus diintervensi.
Kalaupun keberatan dengan subsidi yang diberikan, suami-istri harus kompak menyampaikannya dengan cara enak. Misalnya, "Bukannya tidak mau, Ma. Siapa, sih, yang enggak senang masih dipikirin orang tua? Tapi kami juga ingin belajar mandiri. Kami hanya takut jadi kurang termotivasi kalau terus-menerus dibantu. Nanti kalau sampai ada apa-apa, toh, balik-baliknya, ya, ke Papa dan Mama juga."
Jika tak bisa ditolak sama sekali, usulkan baik-baik, bagaimana kalau pemberian hanya diberikan bila ada momen khusus semisal hari raya, ulang tahun, dan sebagainya. Yang sulit ditolak adalah pemberian yang dilakukan secara ikhlas sebagai tanda sayang tanpa menuntut apa pun.
Tentu saja setiap penolakan bisa menyinggung perasaan mereka, lalu subsidi dihentikan. Oleh karena itu, pasangan sudah harus siap mempertahankan apa yang mereka yakini benar dan konsekuen terhadap pilihannya. Termasuk risiko penghentian subsidi dari orang tua/mertua.
Namun, subsidi yang diberikan terus-menerus bisa berdampak buruk. Pasangan yang selalu mendapatkan semua hal dengan mudah, jadi tak termotivasi untuk meningkatkan diri. Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk mengulang hal-hal yang menyenangkan hatinya dan menghentikan semua yang tak menyenangkan. Sesuatu yang menyenangkan tadi bisa didapatnya dengan mudah. Alhasil, dorongan untuk mengusahakannya sendiri jadi tak ada.
Jika berlarut-larut, efek dari dampak ini pun nantinya akan sampai ke anak. Orang tua akan kehilangan wibawa di mata anaknya, karena kebutuhan keluarga masih dibantu kakek-neneknya. Bisa-bisa anak lebih menghormati kakek-nenek dibanding orang tuanya. Di sisi lain, anak tak termotivasi untuk mandiri karena semangat itu tak bisa diberikan orang tuanya.
Demikianlah beberapa kejadian kehidupan yang terkadang bisa mengubah arah perjalanan keuangan yang tadinya baik malah bisa berantakan. Semoga ulasan singkat ini menambah wawasan serta pengetahuan Anda. n

selanjutnya korea

di korea aku bakalan tinggal sekitar 3 bulanan, aku tinggal di oakwood apartment. sampe jumpa lagi ma cerita selanjutnya ya...

kisah manis di jepang

kalo di tanya, pengen g balik lagi ke jepang... jawabnya ya iyalah hehehe. aku suka banget, serba ada, tempatnya tertib, aman dan nyaman. jepang tuh kombinasi yang kontras antara sangat modern dalam teknologi di banyak sektor dan tempat yang masih mengamalkan seni-seni tradisional. aku banyak banget belajar disini. selama di jepang, aku muter.. pokoknya tiap hari liat hal-hal baru.

sewaktu di india, aku masih ngliat cara ngbangun gedung, orang-orangnya tuk ambil barang masih pake tangga bambu bertingkat, mereka bahu membahu mengangkat bahan materialnya, jadi di setiap tahapan tangga ada orang yang berfungsi oper-operan barang. di jepang, bangunan yang lagi dibangun ditutup terpal jadi gada debu dan aman buat orang-orang disekitar.

aku tinggal di tokyo dan sempet main ke kyoto dan kamakura. aku suka sekali pasar ikan di tjukiji tokyo. segitu banyaknya ikan, tapi gada lalat, g kotor. wuih!!! aku jg seneng pas ke okadaya, kalo g salah bangunannya sampe 7 lantai, isinya bahan-bahan tuk kerajinan tangan, kumplit. disana jg ada buku-buku cara bikinnya. kalo suamiku hobi banget ke akibahara, yodobashi.. buat dia yang hobi ma kamera, tuh tempat udah kyk surga kali ya. tiap minggu pasti mesti mampir sana.. suamiku itu memang menggemaskan hehehe.

naek kereta di odaiba, muterin rainbow gate, seru banget. sewaktu ke harujuku jg seru, liat orang-orang pake kostum dan nonton pertunjukkan dan atraksi. dari harajuku aku jalan sampe ometesando, disana aku mampir ke oriental bazaar. tau apa yang aku beli? lukisan hehehehe.

sewaktu awal-awal di jepang, hobi banget makan sashimi, kapan lagi bisa makan ikan dengan puasnya tanpa alergi hhehehe. g cuma ikan yang aku telen mentah-mentah tapi telur salmon, telur ikan terbang, gurita, cumi, udang.. banyak deh. terakhir-terakhir udah agak enek ma permentahan, aku hampir tiap hari makan yakiniku ma kimchi.. kok makan makanan korea di jepang... suka suka donk hehehehe.

kapabashi, buat ibu-ibu kayaknya g lengkap deh kalo g mampir ke tempat ini pas maen ke tokyo. mau tau kenapa, kesana aja dulu, ntar jg tau. yang jelas di tempat ini ampe 3 kali balik jg g cape-cape. aku ceritain aja deh ada apa disini. di kapabashi itu segala macem peralatan dapur tuh ada, buat rumah sendiri ato buat resto.

kalo cerita tokyo bakal g abis-abis, mending liat ndiri deh. sayangnya pas ke jepang aku g ke gunung fuji. pas mau kesana ada longsor tapi gapapa lah, sapa tau laen waktu ma keluarga jg ke jepang lagi, amieeeennnn

aku di jepang jg g ke disneyland, bodoh ya hehehe, ah g juga hehehe, ntar di korea ato florida jg ada hehehe. mending ntar aja pas ke florida. maaf ya g bisa cerita disneyland ala jepang. yang kata orang disney sea nya ok abis.

kelupaan cerita ttg kyoto. selain temple-temple, aku suka banget pas berwisata ma romantic train, sumpa pengen banget bawa mama papaku kesini. bukan keretanya yang bikin terpesona tapi pemandangannya, sungai, gunung... cantik banget, mana bersih. sampe diujung perberhentian, aku saranin kembali naek perahu nyusurin sungai.. wuih!!! doain ya pa, ma.. kapan waktu bisa bawa papa mama kesini. temple di kyoto yang kyknya wajib di datengin tuh golden dan silver temple.

btw kalo ke kyoto sempetin mampir ke Toko cindera mata di pertokoan Teramachi Sanjo
Di tempat ini toko cindera mata ada di semua lorong pertokoan. Yang di jual hampir seragam, patung khas jepang dari bambu atau kayu , kerajinan dari metal, gantungan kunci, kartu pos, gelas keramik, pigura, lukisan kain, kipas dengan motif jepang dari kain dan kertas, kaos oblong bergambar khas jepang, dan permainan anak-anak tradisional jepang. Umumnya di depan toko ada etalase yang menjual kue khas jepang seperti mochi dan senbei (Kerupuk beras yang dipanggang). mirip asakusa di tokyo tapi disini barang-barangnya cenderung lebih murah. aku dari sana menjinjing lampion.

cerita kamakura. ni tempat buatku g kalah seru.. tujuan dan wisatanya cenderung sama, temple. tapi buat aku ntah napa suka banget yang kayak beginian, daripada ke pusat kota hehehe. dari satu tempat ke tempat yang lain, entah pelit entah takjub, kita tuh jalan kaki donk hehehe. hasilnya g rugi, menenteng sepasang samurai dan payung musim panas. sumpa aku suka banget tu payung. di kamakura jangan lupa foto di temple yang ada patung budhanya, jadi inget hongkong kalo foto ma patung budha. di india jg ada loh patung budha, di goa. deket tempat mother teresa.

i love japan heheehe. pas temennya suami telp dari canada, karena dapet penugasan selanjutnya ke jepang.. aku cuma bilang, ok berat. temen suamiku langsung blg, you dari korea ntar ke jepang lagi ya maen ma I, maen ma you gada matinya. busyet hehehee, mungkin maksud dia karena dia percayanya aku pasti tau banyak, namanya jg pengangguran, betul tidak???

Minggu, 10 Agustus 2008

in japan 2

udah hampir seminggu aku nemenin suami di jepang. lisan bilang nemenin suami, tapi pastinya muter2 jg hehehe. rute dimule setelah dua hari berjamur di tokyo, rute pertama.. roponggi, sekitar 15 menit berjalan kaki dari azabu (apartemenku). di roponggi ada toko buku yang lumayan lengkap, ada toko music jg di lantai atasnya. sekitarnya banyak pertokoan dan mall. roponggi bisa dibilang kawasan elite karena pengunjung mall dan boutique2 sekitarnya bergaya ibu2 pengunjung senayan city. di roponggi jg ada sky aquarium. kita naik ke gedung teratas, dari sana bisa liat kota tokyo karen gedung ini tertinggi di tokyo. aku lupa nama gedungnya apa. tuk naik harus ngluarin kocek sekitar 1500 yen. gada yang murah di tokyo, hikz hehehehe. lagi2 aku komen, ni tempat selain ok bangunannya, bersih dan nyaman, tempat ini jg jelas banget informasinya. ada sejenis selembaran tentang acara2 yang bakalan di gelar di tempat itu.

ada satu kejadian yang bikin terbengong2 pas lagi jalan-jalan. aku pas lewat ngliat boil porche diparkir di pinggir jalan dengan keadaan masih nyala, jendela kebuka tanpa penghuni. kira-kira ada kayaknya 15 menitan tu mobil tan berpenghuni. bujuk!!!

karena jalan2nya nunggu suami so hari itu cuma maen di roponggi doank, tapi seru.. yang senengnya lagi aku bisa puas jalan kaki. tau ndiri aku hobi jalan kaki tapi di bandung ato jakarta kalo jalan kaki muterin kota, kyknya panas dan polusi banget, belum lagi sering stres karena bising klakson dan ngrasa kurang aman.

hari ke dua jalan-jalan.
hari ini aku ke shibuya, ni tempat isinya toko melulu. kyk dimana ya? pokoknya dari ujung ke ujung toko melulu. rame tapi g gitu minat. tapi kalo yang seneng ngeceng, keramean anak2 muda, disini tempatnya. di perempatan lampu merah shibuya tuh ada starbuck terlalu di dunia. dandi perempatan jalan itu tuh, rame banget. jalan tuh ampe ada dua periode, ijo buat mobil2 dan ijo buat seluruh penyebrang dari segala arah di perempatan itu. hasilnya pas ijo buat nyebrang adalah... wuih lautan manusia. yang aku lakuin disana g lain dan g bukan pastinya bikin film dokumenter dan foto2. aku emang aneh. ni tempat inceran anak muda tapi aku g tertarik2 amat. di tempat ini buanyak banget orang seliweran. orang2nya tuh masih muda2. mereka tuh modis2 abis. mantep dah. cape muter2, nongkrong di warteg ala jepang trus terakhir nyemil di mc d. males banget ya aku jauh2 tetep mc d hehee. satu lagi, di shibuya ada monumen patung anjing. kenapa ada patung anjing, jadi konon dulu ada seekor anjing yang selalu dateng ke tempat itu setiap tuannya mau pulang kerja, dia akan nunggu disana sampe bertemu dengan tuannya. dan itu dilakuin tiap hari. suatu ketika tuannya kecelakaan sewaktu perjalanan pulang sebelum sampe ketempat anjingnya biasa menjemput. dalam kecelakaan itu tuannya tidak selamat. sang anjing setia menunggu tuannya yang tidak2 datang. dia tetep menunggu ditempat itu walo sudah malam, sudah berganti hari. dia tetap berada di tempat tersebut menunggu tuannya sampai akhirnya sang sahabat setia itu mati.

keesokan harinya aku ke asakusa. girang abis kesini, ni tempat isinya barang2 tradisional dan tempatnya jg tradisional. wah lapar mata. tapi aku paling jatuh cinta ma samurai yang ada disana. sepertinya akan aku beli kalo kembali kesana. puas cuci mata, arah tujuan mentok di temple.

acara selanjutnya di keesokan harinya adalah jalan2 ke ueno zoo. akhirnya bisa liat pinguin, akhirnya bisa liat panda hehehe tapi sayang, panda raksasanya baru aja mati beberapa bulan yang lalu jadi g ketemu deh. ini kebun binatang ada ditengah kota dan selain tempat meliat binatang, ni tempat ada danaunya jadi bisa maen permainan air disini. seru deh.

Kamis, 07 Agustus 2008

in tokyo

setelah kemarin heboh ma segala urusan imigrasi dan apartment, hari ini dari pagi ampe siang g kemana-mana, masih cape aja hehehe, so hari ini ane anteng nyimak tv yang sajiannya acara masak - memasak. pas suami pulang, dia ngajakin makan malem diluar, jadi lah kita keluar tuk cari makan plus jalan2. g berapa jauh dari apartement, kita masuk ke resto. pas duduk, kita dikasih anduk anget, tapi aku karena g ngerti jadi tu anduk aku cuekin, ternyata tu anduk buat nglap tangan hehehe. pas dikasih menu, kita cekikikan, gimana g, tulisannya kanji. nyadar kita terpesona ma menu makanannya, pelayannya ganti menu yang ada bhs inggrisnya. g berapa lama mesen, makanan dateng. wuih penyajiannya cantik banget jadi ngrasa sayang buat makannya. kali ini aku ma suami mesen daging sapi bakar dan sashimi. awalnya deg2an dikit pas makan ikan, tetep nekad sih, aku kan bukan alergi ma sea food tapi perutku g bisa nerima yang g bersih.. pikiranku jepang bersih. hasilnya, baek-baek aja tuh hehehehe. selesai makan, misi dimulai, kita jalan2 keliling kota dengan berjalan kaki. ni kota sapa yang nata ya, aman banget dan teratur. pas jalan2 sempet foto ma cewe berbaju kimono, bis foto2 makan es krim trus ke toko buku dan terakhir belanja sayuran.

Jumat, 25 Juli 2008

istri auditor di india

rasanya belum pantes cerita suka dukanya menjadi istri auditor, aku nikah aja baru beberapa bulan. rasanya lebih tepat dibilang, aku berbagi pengalaman menjadi pendamping auditor.

setelah menikah, aku memutuskan tidak bekerja dan mendampingi suami. kadang kangen suasana bekerja tapi aku nikmatin banget pengalaman baruku ini. penjelasan singkat, suamiku auditor, dia kerjanya keliling2 negara orang. dibilang seneng pasti dibilang bingung, kadang bingung jg.

baru nikah seminggu aku udah ditinggal suami, seling sepuluh hari aku nyusul. modal nekat dengan segala perbekalan, aku berangkat sendiri ke negara orang. modalku cuma nekad dan PD. termasuk belaga PD transit malem-malem di bangkok dan tengah malem nyampe negara orang. sok kalem jg pas dijudesin ma bagian imigrasi. kapan ya ketemu negara yang bagian imigrasinya g jaim dan sok galak hehehehe.

pagi pertama aku nyampe di negara orang, aku berkenalan dengan seluruh tim kerja suami, aku tinggal diapartemen dengan beberapa orang. apartemennya kebetulan luas dengan 5 kamar. yang keisi sih cuma 3 kamar, sisanya kosong. beberapa jaml dateng aku langsung maen karena pas banget aku dateng tengah malem menuju sabtu. seru berat...

rute pertama langsung taj mahal. pas masuk pertama kali, belum ampe gerbang taj mahal nih, baru awal2 banget, tas kita digeledah. g boleh bawa makanan apapun, segala macem makanan termasuk bengbeng gw dibuang ke tong sampah. obat2an pusing jg, busyet. ya sudahlah demi taj mahal, kapan lagi.

pas masuk...wow fantastic... takjub, takjub, sedikit g percaya kyk gambar gitu!! gile gede banget, marmer semua. pas mau ke taj mahal, kita bisa nitipin sepatu ato tu sepatu dibungkus pake sleeper dari kertas tissue. adem.. g beda jauh dari foto dan film yang pernah aku liat, cuma bedanya taman dan kolam yang difilm kyknya lebih ok, realitanya ya g beda jauh lah ma negara ndiri, kurang dirawat gitu maksudnya hehehhe.

selese keliling2, cari wc.. wow takjub, oh my god. kalo aja aku bisa tampilin tu foto, ada foto2 temen2nya suami sih lagi terbengong2 ma tu wc sih jadi g enak kalo ditampilin. aku gambarin ya, wc cowonya tuh kyk tempat wudhu, kotak kotak bersekat, pake ubin dan itu tuh gitu doank di pinggir jalan. dan wc cewe itu katanya cuma kamar mandi dengan lubang. aku mah g tega mau masuk jg, pas dipintu masuk aja harumnya udah mampus-mampus hehehhe maap.

bis taj mahal ke agra fort. agra fort kyk apa ya, ya gitu deh, benteng-benteng, didalemnya ada kuburan. selesai foto2 aku malah maen ma tupai-tupai. pas dideketin akunya yang loncat abis tanganku digigitin. trus bis itu ke entah apa namanya tu tempat pokoknya temple gitu deh. disitu jg kita nyeker. kagak boleh pake sepatu. pas masuk kebetulan mereka lagi ada acara. kita-kita yang g ngerti malah ngartiin sendiri kata-kata mereka. ujung-ujung kita diliatin karena cekikikan. sorry!! ada satu hal yang baru aku tau, mereka tuh cara penghormatan ke dewanya itu sujud dan terkurep sejajar ma patung dewa. trus di bagian lain, ada yang lagi bunyi2in ohmm.. dan mereka keliling2, ada jg yang g keliling2 cuma nari2. sampe keperadaban jam 2 pagi, mantep abis!!!

pagi-pagi g kemana-mana, keliling seputar apartement doank. sempet mampir bentar ke tempat seluler beli simcard lokal. selama disana aku pake vodafhone. pas beli aku ditipu uy, dihargain 125 rebu, kirain emang segitu eh ternyata cuma 1/5 dari harga aku beli, aku ma suami dianter supir waktu itu, sial tu supir ngerjain. lagi-lagi g beda jauh ma negara ndiri. rada2 gitu deh kalo bukan ma penduduk lokal. bagus tu supir sesat akhirnya diganti hehehe. sorenya ngobrol2 ma temen2 seapartemen.

....

cerita seputar menjadi ibu rumah tangga baru dimulai sewaktu hari kantor, disaat yang lain ngantor, aku sendiri dirumah. suami kadang telp, mau makan siang diapartemen ma istri plus tim kerjanya ato g malah pengen dikirimin makan siang, mending buat suami doank, temen2 seapartemen ikutan nebeng hehehehe. pertama kali ke supermarket, langsung panik. mampus deh gw. belanjaan paan masak paan.. singkat cerita aku ngalamin yang namanya panik karena bingung mau masak apa, tapi g kehabisan akal, aku inget kalo bawa bumbu siap saji dari tanah air tercinta. aku emang prepare banget ma yang satu itu, lah jujur emang g bisa masak hehehe..

pas hari pertama masak, engingeng... buk bak buk jadilah mie goreng ma sambel goreng kentang ma paru juga. paru ma sambel goreng mah modal perbekalan dari bandung. kurang lengkap aku bikin... piyonghai. lumayan. g repot kok cuma modal potong trus campur ma bumbu penyedap and telor. yang motong2 jg pembantu-pembantu, licik ya hihihihi (mirip ketawa drakula hehehe)

selama disana, bumbu siap saji sangat menolong diriku menjaga gengsi hehehe. mereka gada yang tau kalo aku sebenernya g ngerti ma masakan tapi bisa jg sih kalo pasta-pastaan, cincey, ceileh gaya hihihii. pas temen suami pulang ke negaranya tuk liburan aku todong minta bawain segala macem saos. mantep kan penyamaran aku. singkat cerita mereka malah memuji masakan aku. gaya loh, aku diblg koki handal.. hahhahahaa

.....

cerita seputar india, india tuh ok. delhi ok, mumbai jg ok, mau beli segala pernak pernik perhiasan india, mumbai pabriknya. kalo mau yang sejarah2 kyknya delhi lebih banyak. ada tulip temple (bangunan mirip di taman mini) ada gutub mina, semacem menara tinggi kyk mercu suar, diatasnya tuh bentuknya kyk sarang lebah versi mantepnya. trus ada red fort, ini sama kyk di agra, benteng2 gitu. trus ada india gate, jama mesjid. selain itu apa ya.. rada2 lupa nama2nya.

g seru ah kalo cerita yang begituan, browsing di internet jg jadi tau. tapi serunya tuh cerita konyol2 di india. pas niat hati pengen ke gangga semedi, aku dengan modal supir dan innova pigi ke delhi. belum nyampe aku udah heboh. gimana g, disamping innova aku ada dua gajah gede lagi jojing. busyet dah gajah di jalan raya... mana lagi pada lari pula. selesei ma gajah kita malah kena macet. ternyata donk pliz deh, ada segerombolan sapi g mau nyingkir. sumpa deh sering banget kita pusing ma sapi2. pernah suami jg g jadi ke kantor karena di perempatan jalan si sapi2 lagi reunian. wau tau apa ciri khas india, traffic. aku g tau apa ada negara yang lebih ruwet di banding di india trafficnya. bukan rutenya loh ya tapi cara mereka nyetir. aduh mak jan.. mereka balik arah di jalan tol kyknya g dosa deh. pas aku tanya supir, kok bisa gt,mau tau penjelasan supirku apa, iya madam, itu biasanya kebablasan dari pintu tol ato g berubah rencana pengen keluar dimana. yang kocaknya lagi, beberapa mobil masuk jalur busway dari arah yang berlawanan. sumpa kebangetan deh, gimana mau jalan tu busway. mereka tuh nyetirnya hebat, spion2 jarang ada yang dipake, masih ditekuk aja gitu sepanjang bepergian jg.

ada lagi yang seru, masakan. pas aku beli baso di supermarket, kirain rasanya bakalan sama ma di negara urang, ternyata semua masakan mereka berasa masala, masala tuh kyk apa ya rasanya, pokonya rempah2 deh tapi khas mirip curry. sandwich yang aku beli jg berselai curry. mantep g tuh. di KFC ma Mc D. kalo pesen nasi pasti ada saos currynya. burger tuh jg ya ada bawang merahnya. di pizza hut jg gitu. ada banget pasti bawang2an mah diatas topingnya. tapi aku suka puri, aku jg suka roti. trus ada tuh masakan yang dibuat dari susu dicampur yogurt ato jeruk nipis, enak... aku lupa namanya. kadang aku dimasakin ma temen dari india, seputar dal dal dal. yang gawat kalo menunya nasi diaduk jadi satu ma yogurt dan ditambah pickle. waduh gawat itu mah, g biasa... trus ada satu lagi yang gawat yaitu kalo udah dimasakin yang bumbunya itu minimal 1 kilo onion, rasanya pengen kabur hehehehe. derita g cuma dari onionnya aja tapi segala macem bumbu yang dijus. bayangkan di jus. tomat jus, spinach di jus campur kilo2an jus bawang merah. tapi aku ma temen suami suka banget ma ayam KFC disana. rasanya lebih renyah dan gurih.

banyak cerita lucu seputar aku di india, g abis2 kalo diceritain semua. india tuh unik buatku. aku senang bisa kesana. yang paling aku suka tempat wisata, pernak-pernik ma buku2nya. loh kok buku hehehehe. duh buku2 disana tuh murah2 dan ringan, mereka pake kertas daur ulang. kalo aja gada batesan bawa barang dipesawat, udah aku beli berkoper2 kali buku2nya.

ok, lain waktu aku sambung.. btw miz u guys, thanks for all your kindness.. CU in USA.